Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

Kanker Tulang, Gejala dan Pengobatannya


Kanker Tulang, Gejala dan Pengobatannya <<>> Kanker Tulang, jarang rasanya ditelinga kita tentang kanker tulang. Tentu sebelumnya teman-teman sudah tahu fungsi tulang dalam tubuh kita. Tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain, yaitu: Memberi bentuk tubuh, Melindungi alat tubuh yang vital, Menahan dan menegakkan tubuh, Tempat perlekatan otot, Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan posfor, Tempat pembentukan sel darah, Tempat penyimpan energy, yaitu berupa lemak yang ada di sumsum kuning. Kanker tulang adalah salah satu jenis penyakit tulang yang juga sering disebut sebagai tumor tulang. Seperti halnya kanker yang lain, penyebab kanker tulang adalah karena adanya gangguan sel-sel dari tulang tersebut. Sel-sel kanker ini tidak langsung terbentuk. Ada proses sehingga menjadi sebuah kanker yang sel-selnya terus berkembang hingga menyerang dan menguasai semua struktur pembangunan tulang. Kanker tulang tidak sama dengan Osteoporosis. Osteoporosis hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia, sedangkan kanker tulang umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Namun ada juga orang dewasa yang terkena kanker tulang, terutama yang memiliki penyakit tertentu.

Jenis kanker tulang

Di dunia ini ada dua jenis kanker tulang, yakni:

1. Kanker tulang sekunder atau kanker tulang metastatik. Kanker tulang jenis ini adalah kanker yang disebabkan oleh penyakit kanker yang lain. Penyakit kanker ini sebelumnya sudah ada di dalam tubuh manusia dan ketika menyebar lalu menyerang tulang. Kanker lain yang menyebabkan kanker tulang paling sering adalah kanker hati dan kanker payudara. 

2. Kanker tulang primer yakni kanker yang berasal dari dalam tulang itu sendiri yang mengalami malfungsi sel atau sel yang tumbuh tak terkendali. Beberapa hal yang termasuk dalam kanker tulang primer adalah meiloma multipel, fobrosarkoma, osteosarkoma, kondrosarkoma, histiostoma fobrosa dan linfoma tulang maligna.

Gejala Kanker Tulang

Kita perlu mengenal mengenai gejala-gejala penyakit kanker tulang. Hal ini berguna untuk mengenali lebih cepat jika anda atau seorang keluarga anda terkena penyakit kanker tulang. Gejala-gejala yang terindikasi kanker tulang terdiri dari beberapa fase, yakni antara lain:

1. Fase rasa sakit

Rasa sakit yang ditimbulkan oleh kanker tulang pada umumnya terjadi pada bagian leher, lengan atau punggung. Namun rasa sakit ini bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya. Rasa sakit karena kanker tulang ini terasa ada di dalam tulang dan sakitnya terus menerus. Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas penderita. Perkembangan rasa sakit terjadi pada bagian tulang yang tidak normal, biasanya pada bagian sebelah belakang dari bagian yang disebutkan diatas. Namun jika sudah menekan saraf, maka sakitnya akan berdifusi keluar dan terasa menjalar ke bagian tubuh yang lain seperti tangan kaki dan lain-lain.

2. Badan lama kelamaan melemah

Melemahnya tubuh manusia yang terkena kanker tulang terjadi karena gangguan impuls tulang belakang. Penderita akan menjadi lemas dan lemah. Peradangan besar dapat menyebabkan kerja otak tidak sinkron dengan anggota gerak. Hal ini dapat tampak pada penderita yang tidak mampu berjalan atau meraih sesuatu.

3. Kepekaan sentuhan semakin berkurang

Sumsung tulang belakang adalah bagian sistem saraf pusat. Jika bagian ini mengalami peradangan maka dapat mengakibatkan kepekaan terhadap sentuhan menjadi berkurang, bahkan hilang. Salah satu akibatnya, mungkin seorang penderita bisa tidak merasakan apapun ketika tangannya terbakar atau menggenggam es.

4. Terjadi Inkontinensia

Gejala inkontinensia disebabkan oleh hal yang sama dengan gejala tubuh yang melemah. Namun inkontinensia menyebabkan lemahnya kontrol kandung kemih dan usus, terutama usus besar dan rektum. Ini menyebabkan penderita kanker tulang dapat buang air tanpa terasa, baik buang air kecil maupun air besar.

5. Terjadi kelumpuhan

Kanker tulang pada akhirnya akan menyebabkan kelumpuhan. Namun sebelum terjadi kelumpuhan, dapat diantisipasi, namun tergantung dari seberapa parah penyakitnya.

Pengobatan Kanker Tulang

Ada tiga bentuk standar pengobatan kanker tulang primer: pembedahan, terapi radiasi dan kemoterapi. Adakalanya dibutuhkan kombinasi terapi dari ketiganya. Pengobatan sangat tergantung pada jenis kankernya, tingkat penyebaran atau bermetastasis dan faktor kesehatan lainnya.

1), Pembedahan 

Kanker tulang umumnya diterapi dengan pembedahan. Pembedahan dilakukan pada kanker yang belum menyebar dan mengangkat jaringan kanker dan jaringan yang ada disekitarnya. Beberapa tumor mungkin masih memerlukan kemoterapi atau radiasi selain pembedahan.

2), Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan energi radiasi tertentu untuk mengecilkan tumor atau menghilangkan sel kanker. Terapi radiasi bekerja dengan merusak DNA sel, sehingga sel tidak mampu berkembang. Meskipun terapi radiasi dapat merusak sel sehat yang ada disekitarnya, sel kanker lebih sensitif terhadap radiasi dan akan mati saat diradiasi. sel sehat disekitarnya akan rusak karena radiasi, namun mereka akan segera pulih.

3), Kemoterapi

Kemoterapi sering diberikan untuk pengobatan kanker tulang. Obat kemoterapi bekerja dengan menghilangkan sel-sel yang memiliki kecepatan dalam membelah diri, seperti sel kanker. Namun, ada beberapa jenis sel normal yang juga memiliki sifat cepat membelah diri seperti sel rambut. Sehingga kadangkala kemoterapi menyebabkan kerontokan rambut.

 
Semoga dalam hidup kita terhindar dari kanker tulang, amiin. Semoga Postingan ini yang berjudul Kanker Tulang, Gejala dan Pengobatannya  berguna untuk kamu dalam hal menambah pengetahuan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

Kanker Darah, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya


Kanker Darah, Penyebab, Gejala dan  Pengobatannya <<>>  Kanker darah, serem rasanya mendengar tentang kanker darah. Mungkin agak jarang rasanya mendengar tentang kanker darah. Kalau kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, kanker serviks, mungkin teman-teman sering mendengarnya. Sebelumnya apakah teman-teman mengetahui tentang kanker darah ? kanker darahatau Leukemia adalah penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendali. Leukimia menyerang sistem darah yakni sumsum tulang belakang dengan ditandai adanya perbanyakan secara tidak normal atau transformasi maligna dari sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang dan jaringan limfoid yang pada umumnya terjadi pada sel darah putih. Kanker darah dikatakan telah terjadi jika sel normal dalam sumsum tulang belakang telah tergantikan dengan sel tidak normal. Sel yang tidak normal itu dikeluarkan dari tulang belakang dan dapat ditemukan pada pembuluh darah perifer. Sel leukimia akan mempengaruhi pembentukan sel darah normal dan imunitas penderita. Sel leukimia merupakan sel darah putih atau leukosit yang masih muda. Penderita kanker darah memiliki leukosit yang jumlahnya diatas ambang batas sehingga justru menjadi ancaman bagi sel yang lain.

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;

1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.

2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.

3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.

4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.


Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Darah

Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.


Penyebab Penyakit Leukemia

Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.

  1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
   
Pengobatan leukimia atau kanker darah

Ada beberapa obat atau sistem pengobatan yang bisa diterapkan untuk para penderita kanker darah atau leukimia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kemoterapi
Pengobatan leukimia dengan sistem kemotrapi dilakukan dengan menggunakan obat-obat kimia untuk membunuh sel leukimia. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam kemotrapi, diantaranya adalah melalui mulut, melalui suntikan ke pembuluh darah balik, suntikan langsung ke cerebrospinal dan lain sebagainya.

2. Terapi biologi
Terapi biologi dalam kanker darah dimaksudkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang akan mampu membunuh sel leukimia. Antibodi monoklonal dan bahan alami interferon merupakan salah satu komponen yang biasa dilakukan dalam terapi biologi.

3. Terapi radiasi
Terapi radiasi pada penderita leukimia dilakukan dengan memberikan sinar dengan energi yang tinggi yang diharapkan akan mampu membunuh sel-sel leukimia. Beberapa bagian tubuh yang biasa diberikan terapi radiasi adalah otak, limfa dan sebagainya.


Kanker darah bukan penyakit menular maupun turunan, namun penyakit ini bisa kambuh lagi walaupun pasien sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Untuk mencegah terkena penyakit ini, mulailah mengonsumsi makanan sehat dan berimbang. Hati-hati dengan penggunaan bahan-bahan kimia dalam makanan, misalnya pewarna atau pemanis makanan. Selalu perhatikan dan cek kesehatan Anda setidaknya dua kali dalam setahun, untuk memantau sistem kesehatan tubuh secara saksama. Semoga kita dalam hidup terhindar dari kanker darah, amiin. Semoga postingan ini yang berjudul Kanker Darah, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya berguna untuk kamu dalam hal menambah pengetahuan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

Rabu, 19 September 2012

Kanker lambung, Gejala, Penyebab dan Pencegahan Dini



Kanker lambung, Gejala, Penyebab dan Pencegahan Dini <<>> Pernah tidak teman-teman mendengar tentang kanker lambung ? Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida. Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk bersama makanan. Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Kanker lambung adalah tumor ganas yang terjadi pada lambung.


 Penyebab dan Terjadinya

Penyebab kanker lambung sampai sekarang belum diketahui secara pasti, tetapi bukti bukti menunjukkan bahwa lingkungan ,mungkin makanan,memegang peranan dalam hal ini.Dugaan belakangan ini menghubungkan kanker lambung dengan makan banyak makanan yang diawetkan dengan diasini,diasap atau diasamkan .Faktor factor tertentu lainnya,seperti anemia megaloblastik, gastrektomi parsial, rupanya memperbesar resiko tertkena kanker ini.

Kanker lambung jarang timbul pada orang yang berusia di bawah 40 tahun dan lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Bila dilihat secara geografis,ada perbedaan mencolok antara angka statistic kasus kanker ini;di Jepang terdapat 80 sampai 90 orang dari tiap 100.000 penduduk yang terkena kanker lambung,sedangkan di Amerika serikat hanya 10 orang dari 100.000 per tahun.

Gejala

  • Tumor umumnya tidak menimbulkan gejala hingga penyakit sudah menginjak stadium lanjut.
  • Bila timbul gejala, yang paling umum adalah penurunan berat badan, sakit perut, mual, muntah, penurunan nafsu makan, dan perasaan penuh di perut.
  • Gejala yang kurang umum termasuk kesulitan menelan, tinja hitam, massa perut terlihat, dan cairan di dalam perut (disebut ascites).

Faktor Risiko

  • Infeksi Helicobacter pylori:Iinfeksi kronis bakteri Helicobacter pylori (bakteri yang sama yang menyebabkan ulkus peptikum atau tukak lambung) merupakan faktor risiko yang kuat terkena kanker lambung. Beberapa studi menunjukkan bahwa bakteri ini mungkin bertanggung jawab untuk 90 persen kanker lambung.
  • Umur: Penyakit ini jarang terjadi sebelum usia 40 tahun, tapi insiden penyakit ini meningkat terus setelahnya.
  • Genetika: Riwayat keluarga positif dan golongan darah A berhubungan dengan peningkatan risiko. Tidak jelas apakah ada gen tertentu yang meningkatkan atau mengurangi risiko.
  • Jenis Kelamin: Pria memiliki risiko dua kali lipat, dibandingkan dengan wanita.
  • Diet: Asupan makanan tinggi dari makanan asin, asap, dan acar diketahui meningkatkan risiko. Asupan tinggi buah dan sayuran menurunkan risiko.
  • Penggunaan alkohol dan rokok: Penggunaan alkohol dan rokok diperkirakan meningkatkan risiko, tapi belum ada bukti yang meyakinkan untuk peran mereka.
  • Penyakit lambung: Riwayat gastritis kronis, anemia pernisiosa, atau gastrektomi parsial meningkatkan risiko.

Diagnosa

  • Riwayat menyeluruh dan pemeriksaan fisik adalah langkah pertama dari evaluasi terhadap kanker lambung.
  • Tes terbaik untuk diagnosis adalah endoskopi dengan biopsi. Setelah pemberian anestesi, kabel serat optik kecil perlahan-lahan diturunkan ke dalam tenggorokan menuju perut. Hal ini memungkinkan untuk visualisasi langsung dari dinding perut dan biopsi dari tumor yang dicurigai.
  • Tes yang umum digunakan, disebut upper GI series dengan menelan barium, melibatkan serangkaian sinar-X untuk mengevaluasi perut dan usus bagian atas. Sebelum tes, pasien harus meminum sejumlah kecil agen kontras untuk meningkatkan akurasi X-ray.
  • Dalam beberapa kasus, CT scan atau pengujian lainnya mungkin diperlukan.

Terapi

  • Pembedahan untuk mengangkat tumor sangat penting untuk penyembuhan. Pada tahap awal penyakit ini, operasi memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Sayangnya, kebanyakan tumor didiagnosis sudah stadium lanjut dan tidak dapat sepenuhnya diangkat. Dalam beberapa kasus, sebagian perut akan diangkat (gastrektomi parsial). Di kasus lain, seluruh perut harus diangkat (gastrektomi). Lainnya, organ terdekat juga harus diangkat.
  • Kemoterapi atau radiasi dapat digunakan pada pasien dengan gejala berat, tetapi hal itu tidak akan menyembuhkan penyakit.
Pencegahan Dini Untuk Kanker Lambung

Kanker menjadi penyakit yang jamak didengar saat ini. Salah satuynya kanker lambung atau gastric cancer yang menyerang orang pada usia 50-60 tahun dengan perbandingan antara pria dan wanita 3:1.

Kanker lambung disebabkan oleh dua hal,karena faktor keturunan dan pola hidup yang tidak sehat seperti ,stress,serta mengkonsumsi mengkonsumsi makanan yang diawetkan dan tidak sadar bahwa makanan tersebut dapat berjamur dalam jangka waktu yang lama.

Untuk orang yang riwayat keluarganya menderita penyakit lambung atau kanker lambung,disarankan untuk medical chek up secara rutin. Atrophic gastritis,polip di lambung dan penyakit kronis lambung menjadi hal yang patut diwaspadai karena itu merupakan tanda awal perubahan kanker. Jadi yang sudah mengetahui pola hidupnya tidak sehat , sebaiknya mulai rutin mengkonsumsi makanan dengan gisi berimbang serta berusaha meminimalkan stress. Salah satu sifat penyakit ini adalah mudah menyebar dan kambuh kembali.Untuk itu,pencegahan dini dengan diagnosa sedini mungkin menjadi langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran sel kanker.

Pada stadium awal,gejala kanker lambung adalah perut bagian atas tidak sehat,sakit perut,tidak ada selera makan,mual,muntah. Sementara gejala dari kanker lambung stadium akhir adalah berat badan menurun, anemia dan pendarahan.

Diagnosa untuk kanker lambung diantaranya dengan USG,CT-scan untuk melihat area penyebaran ke organ lain, pemeriksaan darah dengan tumor marker seperti CEA,FSA,dan GCA.
Adapula diagnosa lain seperti fiber endoscopy yang dibarengi dengan pemeriksaan biopsi, yang dapat mendiagnosa kanker lambung.

Dokter akan mempertimbangkan penyakit ini berdasarkan posisi letak tumor.pathology jenis tumor,pembagian stadium, dan kondisi stamina pasien  untuk memutuskan rencana pengobatan. Metode pengobatan yang biasa dipakai untuk membantu mengatasi kanker lambung adalah dengan operasi dan kemoterapi. Operasi bisa diterapkan apabila pasien bisa memiliki daya tahan yang baik terhadap efek operasi,umumnya untuk penderita di stadium awal atau sedang.

Untuk mengatasi kanker lambung, yang mutlak dilakukan adalah pencegahan dan diagnosa dini,menerapkan metode pengobatan gabungan ilmiah,serta tak lupa usaha dari dokter dan pasien.

 

Semoga kita dalam hidup terhindar dari kanker lambung, amiin. Semoga postingan ini yang berjudul Kanker lambung, Gejala, Penyebab dan Pencegahan Dini berguna untuk kamu dalam hal menambah pengetahuan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.